Translate
Sabtu, 19 November 2011
Minggu, 13 November 2011
cinta dalam diamq
Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)
Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...
Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)
- Artikel iluvislam.com
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)
Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...
Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)
- Artikel iluvislam.com
Minggu, 16 Oktober 2011
Him...
Cinta yang sejati tidak pernah mencari kebahagiaan diri sendiri, Tampa membahagiakan yang di cintainya
Cinta hanya berbahagia jika yang dicinyainya berbahagia
Maka resapkanlah ini dihatimu bahwa cinta tidak melukai
Cinta hanya berbahagia jika yang dicinyainya berbahagia
Maka resapkanlah ini dihatimu bahwa cinta tidak melukai
Mario teguh
@twitter :
Sikapmu sekarang lebih dewasa . . I like it . . Tapi disisi lain sikapmu membuat sakit hati dan perasaanku
Jumat, 30 September 2011
Batasan Pergaulan Laki-Laki dan Perempuan
Pergaulan di antara lelaki dan wanita yang bukan mukrim pada prinsipnya tidak dilarang Islam. Akan tetapi ia hendaklah berlaku di dalam lingkungan batasan-batasan yang telah ditetapkan.
Berikut kami paparkan di antara batasan pergaulan lelaki dan wanita yang bukan mukrim yang di ceritakan oleh Syiekh Dr Yusuf al-Qaradhawi di dalam fatwa Mu'asyirah :
1. Menahan pandangan dari dua belah pihak.
Maksudnya tidak boleh melihat aurat, tidak boleh melihat dengan pandangan syahwat dan tidak memandang lama tanpa ada sebarang keperluan. Firman Allah yang bermaksud:
"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam Pengetahuan-Nya tentang apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka." (Surah al-Nur:30-31)
2. Pihak wanita hendaklah memakai pakaian yang sopan menurut syara', iaitu pakaian yang menutup seluruh tubuhnya selain dari wajah/muka dan tapak tangannya. Tidak boleh memakai pakaian yang nipis dan yang menampakkan sosok badannya.
Firman Allah yang bermaksud:
"....dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka...." (Surah al-Nur : 31)
Pakaian tersebut juga dapat membezakan diantara wanita yang baik dan wanita yang tidak baik.
3. Hendaklah menjaga adab-adab sebagai seorang muslimah dalam semua keadaan, terutama apabila bergaul dengan lelaki:
- Perkataan - elakkan daripada menggunakan perkataan yang merayu, menggoda dan membangkitkan rangsangan.
- Berjalan - jangan memancing pandangan orang.
- Pergerakan - tidak melenggang-lenggok.
5. Jangan berdua-duaan diantara lelaki dan wanita tanpa disertai oleh mahram.
6. Pergaulan itu di dalam batas-batas keperluan sahaja, tidak berlebih-lebihan.
Berikut pula adalah batasan-batsan yang dinyatakan oleh Majlis Fatwa dan Penyelidikan Eropah:
1. Khalwah - perempuan dan lelaki berdua-duaan disuatu tempat yang tidak ada orang yang nampak.
2. Perhiasan wanita - wanita tidak menutupi apa yang Allah perintah ke atas tubuhnya, atau memakai minyak wangi, perhiasan barangan kemas atau percakapan yang boleh menarik minat lelaki ke arah perkara-perkara yang tidak baik atau perasaan mereka.
3. Sentuhan fizikal - bersentuh lelaki dan perempuan.
Menurut Majlis Fatwa Eropah bahawa jika 3 perkara ini dapat dielakkan, maka tidak ada bantahan bagi mereka menyertai apa-apa majlis terebut.
Syiekh Muhammad al-Munajjid juga ada mengariskan beberapa batasan2 yang tertentu dalam pergaulan tersebut, diantaranya :
1. Elakkan dari berkata-kata perkara yang diluar topik perbincangan.
2. Tidak membuat lawak atau melembutkan suara.
3. Tidak bertanya mengenai perkara peribadi seperti umur dan seumpamanya.
4. Berhenti bercakap jika berlaku keinginan di dalam hati.
Kesimpulannya, lelaki dan wanita bukan mahram dibenarkan bergaul dengan mematuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh Islam. Pertemuan tersebut hanya berlaku berdasarkan keperluan, contohnya : keperluan belajar, berdakwah, merawat pesakit dan seumpanya.
- Artikel iluvislam.com
Kamis, 18 Agustus 2011
Jangan Marah
Dalam menghentikan rasa amarah ini, aku terfikir sejenak, tidakkah perbuatan memendam rasa ini akan menjadi dendam di lain masa nanti? Aku tidak boleh marah? Apakah maksudnya marah itu? Aku keliru sendiri. Mengapa harus ada perasaan marah itu? Alangkah bahagianya jika tiada perasaan marah. Tapi keliru semula. Apakah lengkap diri kita tanpa ada perasaan marah? Adakah dunia ini akan jadi aman tanpa perasaan marah? Aku pun tertanya sendiri.
Kongsikan kepada kami produk anda, lokasi perniagaan, dan kehebatan tentang produk anda! Mari daftar di http://direktori.iluvislam.com sekarang! Serendah RM5 Sebulan* Promosi RM50 selama setahun!(Sah sehingga 30 Jun 2011)
Bila diamati semula, punca pertelingkahan ini atas sebab yang agak remeh-temeh. Tapi entah bagaimana seperti ditiupkan lagi api kemarahan ini apabila kita saling ego dan tidak mahu mengalah dengan menuding jari tentang siapa salah. Pokok pangkalnya, cuma yang aku mahu adalah "bahagia", gembira sentiasa, merasa aman dan tenteram selalu. Tapi ada waktunya, perasaan insan lemah dan tidak berdaya sepertiku ini akan sentiasa berubah-ubah.Wahai insan yang sangat ku sayang dan ku cinta, maafkanlah jika aku selalu mengguris perasaan dan hatimu.Setelah agak lama aku mendiamkan diri, akhirnya aku mendapat kesimpulannya. Dalam hidup berumah tangga, setiap pasangan harus bijak mengendalikannya. Kita harus bijak mengawal emosi marah, biarkan akal menjadi juri. Marah yang tidak terkawal bisa membinasakan diri sendiri dan membawa kepada kehancuran istana cinta yang dibina. Itulah akibatnya jika kita tidak mendahulukan sifat sabar tetapi melebihkan sifat-sifat syaitan yang dikeji oleh Allah S.W.T. Oleh itu, kita sebagai umat Islam hendaklah menjauhinya. Kita tidak akan rugi jika menahan rasa marah kerana Allah menjanjikan syurga kepada orang-orang yang sabar
-Artikel iluvislam.com
Langganan:
Postingan (Atom)
